MAKAN MAKANAN YANG BAIK DAN HALAL

Dibuat: 07 April 2016
Ditulis oleh Pa Hendraka Dilihat: 1793

makananhalalDalam kehidupan kita, kita mengenal adanya kebutuhan pokok manusia yaitu kebutuhan akan pangan (makanan), sandang (pakaian), dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan akan pangan merupakan kebutuhan yang sangat penting karena menyangkut kelangsungan hidup manusia.

Al Qur’an sebagai pedoman hidup manusia tidak saja memberi pedoman bagaimana kita beribadah kepada Allah SWT, tetapi juga memberikan pedoman tentang makan dan makanan.

Dalam Al Qur’an kita menemukan petunjuk umum tentang makan dan makanan, sebagaimana kita jumpai dalam surat An Nahl (16): 114, sebagai berikut:

فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.

Makanan yang halal adalah makanan yang dibolehkan (oleh agama) untuk dimakan. Sebaliknya adalah makanan yang haram, yang dilarang (oleh agama) untuk dimakan. Makanan yang halal itu sangat banyak, yaitu semua makanan yang tidak haram.

Sedangkan makanan yang haram tidak banyak jumlahnya, yang secara jelas disebut dalam Al Qur’an adalah bangkai, darah, dan daging babi, serta hewan yang disembelih tidak atas nama Allah.

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya.”

Makanan yang kita makan, disamping halal juga harus baik. Makanan yang baik, dapat mengandung arti yang luas, baik dari segi mutu gizinya, juga baik untuk kesehatan kita pada umumnya.

Dalam kehidupan kita mungkin saja mendapati makanan yang halal, tetapi tidak baik untuk dimakan oleh seseorang karena alasan kesehatan, misalnya terlalu banyak mengandung lemak, atau terlalu tinggi kadar gulanya bagi orang yang bersangkutan.

Untuk itu Al Qur’an juga memberikan petunjuk tentang cara makan, agar kita tidak berlebih-lebihan.

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Makanlah, minumlah dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan.”

(QS. Al A’raf (7) : 31)

Kalau kita menyatakan tidak berlebih-lebihan, maka hal itu mengandung arti pula tidak kurang, tidak lebih, baik dari volumenya maupun kandungan gizinya.

Dalam kaitan dengan petunjuk Al Qur’an tersebut, Rasulullah saw. bersabda:

“Tiada mengisi perut seseorang anak Adam (manusia) pada suatu wadah yang lebih bahaya daripada mengisi pernuh perutnya sendiri, cukup bagi manusia beberapa suap makanan, sekedar untuk menegakkan badan. Jika dia harus melakukan, maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk nafas.” (HR. Turmudzi)

Inti dari pesan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah tentang makan dan minum tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Agar kita selalu makan makanan yang halal.
  2. Agar kita makan makanan yang baik dari segi gizi, ditinjau dari segi kesehatan.
  3. Dalam makan dan minum, agar kita dapat mengendalikan diri, agar tidak berlebih-lebihan, tetapi sebaliknya juga agar tidak kurang gizinya. Walaupun makanan itu sangat enak, sangat kita sukai, agar tetap mengendalikan diri.

Sekiranya kita dapat menjaga, hanya makan makanan yang halal, dan kita selalu dapat mengendalikan diri untuk tetap sederhana dalam makan, insya Allah kita akan dapat mempertahankan hidup sehat sepanjang masa. Aamiin.

 

Twitter icon

Follow @ddidaktika on Twitter

Loading..