MENGGALI PERMATA HATI

Dibuat: 27 April 2016
Ditulis oleh Ghufron Hasan Dilihat: 1769

jewelSeorang spiritualis Amerika, Rick Warren, menulis dalam bukunya “The Purpose Driven Life’, bahwa mencari tujuan dan jalan kehidupan yang benar tidak akan berhasil jika melalui awal yang salah, yaitu diri kita sendiri. Sumber kebahagiaan itu sesungguhnya ada di dalam diri kita sendiri, yaitu jiwa, dan dimulai dari diri kita sendiri. Allah Swt. menciptakan jiwa kita dengan potensi-potensi bahagia, di samping juga potensi tidak bahagia. Jiwa yang bersih dan dijaga fitrahnya akan dengan mudah menemukan sumber kebahagiaan. Sebaliknya, jiwa yang kotor dan tidak pernah dijaga dari unsur-unsur yang mengeruhkannya akan senantiasa berada dalam kekosongan, keruh, gundah, tanpa pegangan, tanpa arah dan tujuan, terikat dengan hal-hal nisbi, dan panjang angan-angan.

“Sungguh beruntung orang yang membersihkan dirinya (jiwa). Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya, “ (QS. Asy-Syams [91]: 9-10). 

Jiwa yang bersih akan mencari Tuhannya. Ia akan kembali kepada-Nya dalam setiap persoalan dan kesulitan. Jika Tuhan dijadikan tempat kembali dan sandaran yang kokoh, persoalan manakah yang berat baginya? Bukankah bagi Allah Swt. semuanya mudah? Jika Dia berkehendak, Dia cukup berkata, “Kun Fa Yakun!” (Terjadilah, maka pasti akan terjadi). Sifat serakah, panjang angan-angan, sombong, iri hati dan dengki, aniaya, ambisius, dan sejenisnya hanya akan membuat jiwa kita keruh dan pada gilirannya akan menjauhkan kita dari kebahagiaan. Sementara jiwa yang bersih dari penyakit-penyakit hati akan senantiasa berada dalam bimbingan Allah sehingga hidupnya terarah, memiliki tujuan, dan jauh dari gejolak apapun.

 

Bahagia Sepanjang Waktu

Awali pagimu dengan nama Tuhan, lalu tersenyumlah.

Buka pintu, buka jendela  agar angin pagi mengelus dadamu, lalu bersyukurlah.

Jangan lupa ucapkan salam atau ‘selamat pagi’ pada orang-orang terdekat dan pada setiap yang ada.

Buka bibirmu, pamerkan deret gigi putihmu di depan kaca, lalu ucapkan ‘aku bahagia’.

Ulangi beberapa kali ‘aku bahagia’, lalu rasakan detak jantungmu, apa reaksinya?

Rasakan gelombang elektromagnetik yang bergemuruh di dada,

Lalu bangkitlah dan bangkit segera.

Menuju ke tempat kerja jangan ditunda-tunda

Mencari karunia Tuhan yang dijanjikan di alam semesta.

Jangan lupa bawa bekal iman dan takwa,

juga sedikit kesabaran atas kegagalan dan tangan hampa.

Katakan ‘aku bahagia’ dimana pun kau berada.

Pertahankan sepanjang hari, rasakan sepanjang waktu getaran bahagia.

Di kantor, di mesjid sama saja. Di hadapan direktur, di hadapan Tuhan sama saja.

Jika datang malammu ucapkan syukur karena Tuhan tlah menjaga.

dan kau hendak ke peraduan tersenyumlah jangan lupa.

Katakan ‘aku bahagia’, lalu tutuplah matamu dengan doa.

Semoga tidurmu, hidupmu, matimu Tuhan jaga.

Amien….

geha

 

Twitter icon

Follow @ddidaktika on Twitter

Loading..