Berita

Surat Untuk Guru - Haidar Harits 4D

Berita / 21 Nov 2021

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, 

Teruntuk Bu Yanih, Pak Alfian, dan seluruh Bapak/Ibu Guru.

Namaku Haidar, sekarang aku duduk di kelas 4. Sampai dengan hari ini tak terasa sudah 20 bulan Corona datang merusak pola hidup kita. Banyak hal yang berubah karena Corona. Banyak keluarga yang kehilangan orang-orang terdekatnya. Kehilangan pekerjaan, ketakutan melakukan aktivitas di luar rumah, hingga terbatasnya pelaksanaan ibadah salat berjamaah dan bersilaturahmi menjadi kebiasaan baru kita karena Corona.

Begitu juga dengan sekolah. Sejak Corona melanda aku belajar dari rumah. Tentu saja banyak hal yang berbeda ketika aku bersekolah seperti sebelumnya. Biasanya sebelum berangkat ke sekolah aku bersiap lebih awal untuk pergi sekolah. Hal ini karena jalur kendaraan dari rumahku ke sekolah adalah jalur yang sangat padat. Jadi berangkat lebih awal supaya tidak terjebak macet dan terlambat tiba di sekolah. Kegaduhan di pagi hari di rumahku menjadi aktivitas yang kadang aku rindukan. Bayangkan saja, jika terlambat beberapa menit saja dari rumah maka sudah bisa dipastikan kami akan tiba di sekolah satu jam lebih lama. Oh ya, aku berangkat bersama Bunda diantar Ayah. Bundaku mengajar di SMA.

Saat belajar dari rumah, hal diatas sudah tidak ada. Aku belajar di rumah, Bunda tetap mengajar dari sekolah. Ayahku terkadang lebih sering bekerja di luar kota. Seperti beberapa bulan lalu, Ayah dinas di Luwuk Sulawesi Tengah. Keadaan ini membuatku benar-benar sendiri di rumah. Jika terjadi kendala aku biasanya menghubungi Bunda melalui WhatsApp. Saat kegiatan PTMT dibuka pun, akhirnya aku tetap memilih belajar dari rumah. Meski sebetulnya ingin belajar di sekolah, tapi keadaan kami tidak memungkinkan.

Bu Yanih dan Pak Alfian, 

Sebetulnya aku rindu sekolah. Apalagi kita belum pernah bertemu secara langsung. Kita hanya saling bertatap muka melalui Google Meet saja. Tentu saja berbeda. Aku juga rindu suasana belajar di kelas, bertemu dengan teman-teman, bermain bersama ketika jam istirahat, makan bersama, salat zuhur berjamaah, olahraga bersama, menggambar bersama, hingga jajan di kantin pun aku rindu. 

Beberapa waktu lalu, sempat ada harapan untuk kembali sekolah seperti biasa. Namun minggu ini pemerintah kembali mengumumkan pelaksanaan PPKM. Tentu saja agak membuat aku jadi kecewa. Kata Ayah dan Bunda, kita harus taat pada aturan yang berlaku. 

Bu Yanih dan Pak Alfian,

Beruntung aku bersekolah di Dian Didaktika. Aku punya guru-guru yang sangat baik dan sabar. Meski belajar dari rumah, semangatku tidak pernah surut untuk terus menuntut ilmu. Guru-guru memberikan bermacam kegiatan menyenangkan. Meskipun online aku tetap senang belajar. Memang sih terkadang tugasnya jadi banyak. Untungnya Bunda selalu mengingatkan ku untuk mengerjakannya, meski kadang agak cerewet. 

Bu Yanih dan Pak Alfian,

Aku beruntung dapat belajar bersama Ibu dan Bapak. Tentu kondisi pandemi ini juga tidak mudah untuk Bu Yanih dan Pak Alfian. Aku bisa melihat hal itu dari apa yang dilakukan Bundaku, Bunda juga seorang guru. Pandemi punya tantangan besar buat Bapak/Ibu guru. Contohnya adalah bagaimana membuat pelajaran lebih menarik dalam belajar dari rumah. Aku hanya bisa mendoakan supaya Bu Yanih, Pak Alfian serta semua guru-guru di Indonesia tetap sehat dan semangat meski Pandemi. Aku akan berusaha belajar lebih giat dan lebih baik lagi. 

 

Selamat Hari Guru Bu Yanih dan Pak Alfian, Bundaku, dan seluruh guru di Indonesia. Semoga tetap sehat, kuat, dan hebat menghadapi kondisi Pandemi ini.  

 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Depok, 21 November 2021

Dari Haidar.