πŸŽ“ Welcome to Dian Didaktika Islamic School - Promoting Science, Art and Sport in Islamic Spirit πŸŽ“ Welcome to Dian Didaktika Islamic School - Promoting Science, Art and Sport in Islamic Spirit πŸŽ“ Welcome to Dian Didaktika Islamic School - Promoting Science, Art and Sport in Islamic Spirit πŸŽ“ Welcome to Dian Didaktika Islamic School - Promoting Science, Art and Sport in Islamic Spirit
πŸŽ“ Welcome to Dian Didaktika Islamic School - Promoting Science, Art and Sport in Islamic Spirit πŸŽ“ Welcome to Dian Didaktika Islamic School - Promoting Science, Art and Sport in Islamic Spirit πŸŽ“ Welcome to Dian Didaktika Islamic School - Promoting Science, Art and Sport in Islamic Spirit πŸŽ“ Welcome to Dian Didaktika Islamic School - Promoting Science, Art and Sport in Islamic Spirit

SMP Dian Didaktika

Edukasi Stop Kekerasan Seksual: Kenali Bahaya yang Mengintai

Img Avatar
Artikel di tulis oleh Radita Nabil Hanifah - Kelas 9E
SMP Islam Dian Didaktika
Edukasi Stop Kekerasan Seksual: Kenali Bahaya yang Mengintai

Depok (19/9) - Seminar penyuluhan bertema β€œStop Kekerasan Seksual: Aku Berharga” disambut baik oleh siswa kelas 9 SMP Islam Dian Didaktika. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium SD pada hari Jum’at, 15 Agustus 2025 dengan menghadirkan Ibu Ratih Zulhaqqi, M.Psi., sebagai narasumber. Beliau seorang psikolog berpengalaman lebih dari 15 tahun dan kini bekerja di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok. 

Kegiatan dibuka dengan diperlihatkannya data dari WHO yang menunjukkan bahwa 1 dari 9 anak perempuan dan 1 dari 53 anak laki-laki pernah mengalami kekerasan seksual sebelum usia 18 tahun. Data ini menunjukkan betapa seriusnya permasalahan kekerasan seksual yang perlu untuk disikapi, terutama pada kalangan remaja.

Dalam pemaparannya, Ibu Ratih menjelaskan bahwa kekerasan seksual mencakup tindakan  menyentuh atau memanfaatkan tubuh orang lain tanpa izin, membuat tidak nyaman, dan melanggar batas pribadi. Sebagian besar kasus kekerasan seksual dilakukan oleh orang-orang terdekat korban, sering kali karena korban kesulitan untuk berkata tidak. Tekanan teman sebaya juga turut menjadi pemicu terjadinya kasus kekerasan seksual. Ia juga menekankan bahwa perilaku yang mengganggu zona pribadi, meskipun dibungkus dengan alasan bercanda, tetap termasuk bentuk pelanggaran.

Pemaparan ditutup dengan penjelasan langkah pencegahan, antara lain berhati-hati dalam bergaul, berani berkata tidak, dan segera bercerita kepada orang dewasa jika mengalami kejadian tersebut. Korban juga diingatkan agar tetap tenang, menyimpan bukti (misalnya visum), dan melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

Penyuluhan diakhiri dengan sesi tanya jawab kepada Ibu Ratih. Terdapat 5 pertanyaan meanrik dari Amirah, Hasna, aisha, Nadine, dan Kiky. Sebagai penutup Ibu Ratih menyampaikan pesan bahwa meskipun masa remaja penuh tantangan, setiap siswa dapat menjadi Agent of Change dengan memilih untuk tumbuh sebagai pribadi yang sehat dan berharga.