BEDAH BUKU” STRAWBERRY GENERATION”

Dibuat: 12 Maret 2018
Dilihat: 406

bd1bd

DD-News, Depok. Generasi zaman Now, sudah menjadi sebuah kata yang viral di kalangan masyarakat Indonesia. Generasi yang terlahir seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu canggih dan cepat, sering diidentikan dengan sosok yang luar biasa cepat dalam mengadaptasi dan menguasai perkembangan yang terjadi. Kreatif dan sangat adaptif terhadap perubahan yang terjadi tapi sekaligus juga generasi yang mudah  menyerah pada keadaan yang  dihadapi. Inilah sosok yang disimbolkan sebagai Strawberry generation,  Indah dipandang namun mudah rapuh dan terkoyak.

Itulah pengantar yang dikemukakan oleh Hilya, salah seorang narasumber yang menjadi pembedah dalam acara bedah buku yang diselenggarakan Yayasan Dian Didaktika pada Jum’at , 2 Maret 2018, di Aula TK Islam Dian Didaktika. Kali ini ,  buku yang dibedah masih merupakan karya Prof. Rhenald Kasali yang berjudul “Strawberry Generation” . Tampil sebagai narasumber Diki Wahyu, S.Pdi, dan Hilyatul Aulia Fitriani, M.Pd . Keduanya merupakan guru PKn dan Bahasa Inggris SMP Islam Dian Didaktika.

Sebenarnya buku ini merupakan bunga rampai hasil tulisan Prof. Rhenald Kasali yang pernah dipublikasikan diberbagai media cetak yang merefleksikan kegelisahan beliau dengan berbagai fenomena yang terjadi berkaitan dengan kondisi watak dan moral anak bangsa yang terlahir belakangan dalam kapasitas beliau sebagai seorang pemikir sekaligus praktisi ekonomi dan perhati masalah pendidikan di tanah air.

Yang menarik, meski tulisan-tulisan tersebut merupakan bunga rampai, kedua narasumber mampu menyampaikan dengan menjadikannya seolah sebagai pengetahuan yang saling berkaitan satu dengan lainnya seperti layaknya sebuah buku yang membahas satu permasalahan saja.

Diakhir paparannya, Diki Wahyu, narasumber kedua, menekankan bahwa orang tua dan Guru menjadi sosok yang sangat diharapkan dapat menciptakan suatu lingkungan yang mampu memberikan ruang gerak yang kondusif bagi anak untuk mengeksplorasi dirinya agar  semakin kuat dan percaya diri menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang menghadang dirinya. Maka orang tua dan Guru dituntut untuk terlebih dahulu melakukan perubahan terhadap dirinya agar mampu mendampingi perubahan yang akan dibuat oleh anak. (ski) 

 

Twitter icon

Follow @ddidaktika on Twitter

Loading..