Anak soleh dambaan orangtua

Dibuat: 28 Januari 2015
Ditulis oleh Pak Hen Dilihat: 12922

anak-solehilustrasi: anak solehSetiap orangtua mengharapkan agar anak-anak mereka kelak menjadi orang-orang soleh atau solehah. Demikian pula para guru atau para pendidik mengharapkan agar anak didik mereka menjadi orang-orang yang soleh atau solehah, yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan Negara.

 

Yang mungkin menjadi pertanyaan adalah anak yang soleh atau solehah itu anak yang bagaimana?
Atau orang yang soleh itu orang yang bagaimana?

 

Apakah yang menjadi acuan untuk mengiden-tifikasi orang soleh itu?
Bagi kita, untuk mengidentifikasi ciri-ciri orang soleh itu, acuannya adalah Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw.

Dalam Al Qur'an kita dapat menemukan bahwa para Nabi dan Rasul adalah orang-orang yang soleh.
Allah SWT berfirman dalam surat Al Anbiya ayat 72 & 75 sebagai berikut:

 

72. dan Kami telah memberikan kepada-Nya (Ibrahim) lshak dan Ya'qub, sebagai suatu anugerah (dari Kami). dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang soleh.
75. Dan Kami masukkan dia (Luth) ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh.

 

Kemudian firman Allah dalam surat Al An'am ayat 85:
85. Dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. semua (mereka) termasuk orang-orang yang soleh.

 

Oleh karena yang menjadi rujukan para Nabi dan Rasul, maka kita perlu mempelajari sifat-sifat yang ada pada para Nabi dan Rasul itu. Sifat-sifat itu antara lain:
1. Shiddiq atau jujur
2. Amanah atau dapat dipercaya
3. Tabligh atau menyampaikan ajaran
4. Fathonah atau cerdas, bijaksana

Disamping itu tentu saja masih banyak ciri-ciri atau sifat-sifat yang lain seperti: sabar, adil, tawadhu, dan sebagainya.
Sifat-sifat itu secara keseluruhan dapat dirangkum sebagai akhlak atau budi pekerti yang luhur. Bahkan dalam AlQur'an, Allah SWT berfirman tentang Rasulullah Muhammad saw, sebagai berikut:

 

"Sesungguhnya engkau (Muhammad) memiliki akhlak atau budi yang luhur." (QS. Al Qalam (68):4)
Rasulullah sendiri diutus untuk menjalankan misi menyempurnakan akhlak yang luhur. "Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan keluhuran akhlak" (HR. R. Malik).

 

Bagi setiap orangtua, anak soleh sangat penting artinya ketika orangtua telah meninggal dunia. Rasulullah saw pernah bersabda: "Apabila manusia itu mati, maka putuslah amal perbuatannya, kecuali tiga perkara, yaitu: sodaqoh jariyah (amal jariyah), ilmu yang diambil manfaat oleh orang banyak, atau anak yang soleh yang selalu mendo'akan orangtuanya." (HR. Bukhori).

 

Do'a anak yang soleh itu insya Allah akan dapat diterima oleh Allah, dan dapat meringankan beban orangtua atau dapat merupakan tambahan kebaikan bagi orangtua di akhirat nanti.

 

Kalau para Nabi dan Rasul, keimanan dan sifat-sifat akhlak luhur itu pemberian dari Allah, maka bagi anak-anak kita walaupun bibit akhlak mulia itu sudah ada, namun sifat-sifat itu perlu dikembangkan melalui pendidikan yang menanamkan keimanan dan budi pekerti yang luhur. Insya Allah, dengan pendidikan yang baik yang diberikan sejak anak-anak hingga dewasa anak-anak kita kelak akan menjadi orang-orang yang soleh dan solehah.

 

Maka berbahagialah kita, bahwa Pendidikan Islam Dian Didaktika sejak berdirinya telah mengedepankan pendidikan budi pekerti luhur kepada anak didiknya.

 

Semoga upaya itu mendapatkan ridho dari Allah SWT, dan alumni Dian Didaktika kelak menjadi orang-orang yang soleh, yang menebarkan kebaikan dimana saja mereka berada.

Billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.