Sederhana Dalam Beramal

Dibuat: 18 Desember 2018
Ditulis oleh Admin Web Dilihat: 37

sdrhna

Petunjuk-petujuk agama, baik berupa perintah, larangan maupun anjuran pada dasarnya tidak ada yang memberatkan pelakunnya. Setiap ibadah ada syarat dan rukunnya, setiap ajaran yang bersifat umum, biasanya diikuti dengan kemudahan- kemudahan diberlakukannya. Sehingga perintah dan larangan itu sesuai dengan kemampuan manusia untuk melaksanakannya.

Dalam hubungan Al Quran Menyatakan :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, dia mendapatkan (pahala) dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapatkan (siksa) dari kejahatan yang diperbuatnya (Al Baqarah : 286)

Sabda :

“Kerejakanlah perbuatan yang kamu mampu, karena sesungguhnya Allahtidak pernah bosan sampai kamu bosa sendiri, Aku suka pekerjaan yang terus menerus dikerjakan atas nama Allah meskipun sedikit.”

“Keluarga Muhammad apabila mengamalkan perbuatan selalu istiqomah(konsisten), Nabi ketika Shalatnya istiqomah”

Diceritakan ketika sebagian sahabat mengeluh akan sedikitnya ibadah yang dilakukan, lalu berkata : Bagaimana kami mengambil contoh dari Nabi, Sementara beliau sudah diampuni dosannya oleh Allah. Sebagian lain berkata : Aku akan mengerjkan shalat malam tanpa henti. Sebagian yang lain lagi berkata : aku akan menjauhi wanita dan tidak menikah. Sebagian yang lain berkata : aku tidak akan makan daging.

Berita tentang pembicaraan sahabat itu sampai kepada Nabi, lalu beliau mendatangi mereka seraya berkata :”kamu yag berkata begini dan begini, Demi Allah, aku ini orang yang paling bertakwa kepada Allah, tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan istirahat dan akupun menikah. Barangsiapa membenci sunnahku, maka dia tidak termasuk golonganku (H.R. Bukhari)”

Kita Dapat menarik kesimpulan :
1. Dalam petunjuk-petunjuk agama adalam sesuai dengan kemampuan manusia untuk melakukannya.

2. dalam mengamalkan ajaran agama tidak pula berlebih-lebihan. Yang penting walaupun kecil tetapi terus menerus (konsisten)