Beranda / Mutiara Kehidupan / Iman yang Sebenarnya

Iman yang Sebenarnya

iman 26-February-2014



Dalam kitab suci A1 Qur'an terdapat lebih dari 50 ayat yang didalamnya mengandung rangkaian kata-kata “ ‘amanuu wa'amilush shoolihaat" beriman dan mengerjakan amal sholeh. Kedua kata-kata itu seakan-akan merupakan rangkaian kata-kata tidak terpisah.

Hal ini memang dapat difanami, karena

iman memang tidak hanya sekedar yakin di dalam hati, iman yang sebenarnya merupakan rangkaian keyakinan di dalam hati, yang dinyatakan dalam perkataan (lisan) dan dibuktikan dengan amal

perbuatan.

Dengan demikian, seseorang dapat dikatakan beriman apabila telah  menunjukkan bukti-bukti bahwa tingkah laku atau perbuatannya telah mengisyaratkan bahwa dirinya seorang

beriman.

Dalam surat Al Mu’minun (23) ayat 1-5 dan ayat 8-9  kita mendapat petunjuk tentang ciri-ciri orang yang beriman itu.

1.   Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

2.   (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,

3.   dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

4.   dan orang-orang yang menunaikan zakat,

5.   dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

8.   dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

9.   dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

Dari ayat-ayat tersebut kita dapat menarik

kesimpulan, bahwa orang-orang yang benar-benar beriman adalah orang-orang yang merealisasikan keyakinan itu dalam perbuatan-perbuatan baik, baik terhadap Allah  Maha Pencipta maupun terhadap masyarakatnya.

Dengan sholat yang khusyu', seorang mukmin memelihara hubungan dengan Allah yang Maha Kuasa, di samping itu dengan sholat yang khusyu' Insya Allah seorang mukmin dapat menghindarkan diri dari perbuatan tercela.

Dengan mampu menghindarkan diri dari Perbuatan yang sia-sia atau tidak berguna, berarti bahwa seorang yang beriman selalu

mengembangkan sikap produktif.

Dengan memelihara kehormatannya,maka

orang  yang beriman akan selalu menjaga keturunan yang baik.

Dengan memelihara amanat yang menjadi

tanggung jawabnya, berarti seorang mukmin akan menghindarkan diri dari sikap korup dan tindakan korupsi. Dengan demikian insya Allah akan dapat diwujudkan masyarakat yang sejahtera.

Marilah kita cermati ciri-ciri orang beriman tersebut, dan kemudian kita menimbang-nimbang apakah kita telah memiliki ciri-ciri seperti tersebut? Kalau sudah Alhamdulillah. Kalau belum, marilah kita berlomba-lomba untuk mencapainya.

Sebab pada ayat berikutnya dijelaskan bahwa orang-orang yang mempunyai cirri-ciri tersebut akan menjadi pewaris surge Firdaus.

Semoga Allah SWT member kekuatan kepada kita semua menjadi pewaris surge Firdaus.

Oleh: Hendroko, M.Sc.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------