Beranda / Mutiara Kehidupan / Makna Ungkapan Insya Allah

Makna Ungkapan Insya Allah

iman 26-February-2014



Dalam masyarakat kita, ungkapan “Insya Allah” telah menjadi ungkapan biasa dalam pergaulan sehari-haari. Akan tetapi seperti telah sering terjadi, sesuatu yang sudah umum itu dalam pemakaiannya lambat laun dapat kehilangan makna atau arti yang sebenarnya.

Dalam pengertian banyak orang, Insya Allah seolah-olah menjadi ungkapan untuk menyatakan janji atau komitmen vang bersifat longgar, atau bahkan dipakai sehagai alasan pemaaf (excuse) untuk tidak memenuhi  janji atau komitmennya.

Pengertian semacam itu tentu saja tidak benar, tidak sesuai dengan makna yang seharusnya.

Ungkapan “Insya Allah” adalah suatu ungkapan yang terdapat dalam Al Qur'an, yang mengandung arti sangat mendalam.

Dalam kaitan ini kita dapat membaca firman

Allah dalam Al Qur’an surat A1 Kahfi (18) ayat 23 – 24:

”Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi; kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah"[879]. dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan Katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini".

Dari ayat tersebut kita dapat menarik pelajaran:

  1. Kalau kita menyatakan “Inysa Allah” maka kita bersungguh-sungguh akan memenuhi undangan, janji atau komitmen kita.
  2. Walaupun kita telah merencanakan dengan baik sesuatu pekerjaan, kita perlu menyatakan “Insya Allah” dengan pengharapan mendapat ridho dari Allah SWT.

Ungkapan Insya Allah mengandung pengertian yang lebih dalam yaitu bahwa walaupun kita telah membuat sesuatu rencana dengan sempurna dan mempersiapkan sesuatu dengan baik, namun kita harus ingat bahwa setiap rencana manusia akan selalu mengandung campur tangan Allah Maha Kuasa. Bahkan lebih dari pada itu, manusia dapat merencanakan namun Tuhan yang akan menentukan. Manusia wajib berikhtiar, namun berhasil ataunya tergantung kepada kehendak Allah SWT.

Apabila kita merencanakan sesuatu, kemudian berikhtiar untuk mencapainya dan kita tidak lupa mengucapkan “Insya Allah” hal itu merupakan cermin dan sikap rendah hati kita sebagai hamba Allah.

Sebaliknya apabila kita merencanakan sesuatu, kemudian kita merasa pasti akan berhasil dengan kekuatan kita sendiri, ini merupakan cermin sikap sombong terhadap kuasa Allah SWT.

Ungkapan “Inysa Allah” adalah ungkapan yang baik dan benar, namun penggunaannya perlu dengan kehati-hatian agar sesuai dengan makna yang sebenarnya.   


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------