Beranda / Mutiara Kehidupan / Merasakan Kehadiran Allah

Merasakan Kehadiran Allah

iman 26-February-2014



Kita orang yang beriman telah memahami bahwa Allah SWT itu ada, bahwa Allah SWT itu Maha Mengetahui, hal-hal yang nyata maupun hal-hal yang tersembunyi. Namun dalam kenyataannya hidup sehari-hari kita kadang baru merasakan benar bahwa Allah itu ada dan dekat kepada kita, kalau kita sedang ditimpa kesusahan atau sedang mendapatkan musibah.

Ketika kita mendapatkan kesusahan, kita berdo’a kepada Allah yang Maha Pengasih, agar kita segera dibebaskan dari kesusahan itu. Kalau kita menderita sakit keras, maka kita berdo’a mohon kepada Allah, agar kita segera diberikan kesembuhan.

Sebaliknya dalam kehidupan sehari-hari dimana kehidupan berjalan secara normal, badan sehat, semua urusan berjalan baik, diantara kita ada yang lupa, bahwa keadaan sehat, segala urusan berjalan baik, semua itu berjalan karena ridho dari Allah SWT. Bahkan ada diantara kita yang lupa bahwa Allah SWT selalu hadir bersama kita, dimana pun kita berada. Dalam hubungan ini Allah SWT berfirman: “Dan Dia (Allah) bersama kamu dimanapun kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al Hadid (37:4). 

Karena lupa bahwa Allah selalu ada bersama kita, maka ada diantara kita yang dengan mudah melakukan pelanggaran terhadap 

larangan dari Allah, bahkan ada yang sampai berbuat maksiat.

Ada cerita menarik berhubungan dengan bagaimana merasakan kehadiran Allah SWT.

Abdullah bin Dinar mengisahkan: Suatu hari aku pergi bersama Umar bin Khatab r.a. Kami berhenti di suatu tempat, dan kami menjumpai seorang penggembala kambing bersama kambingnya turun dari dari gunung. Umar berkata, “Hai penggembala, maukah kamu menjual kambingmu seekor saja kepadaku?” Penggembala menjawab, “Tuan, aku adalah seorang hamba sahaya, kambing-kambing itu milik tuanku. Oleh karena itu aku tidak bisa menjualnya...” Selanjutnya Umar berkata (dengan maksud mengujinya), “Katakan saja kepada tuanmu, kalau kambingmu dimakan serigala.” Kemudian penggembala itu menanggapi, ”Walaupun tuanku tidak tahu, bagaimana dengan Allah?”

Mendengar jawaban dari penggembala  itu, Umar r.a. menangis berurai air mata. Segera Umar mengajak penggembala itu menghadap tuannya, lalu Umar membelinya untuk dimerdekakan.

Kejujuran penggembala itu adalah contoh dari seorang yang telah merasakan kehadiran Allah dalam hatinya.

Walaupun dia seorang budak, dia teguh dalam imannya, tetap mempertahankan kejujurannya, karena ia merasakan Allah SWT Maha Mengetahui selalu hadir  dalam hatinya.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------