Kegiatan Yayasan

DISKUSI PANEL GURU

Kategori: Berita Kegiatan Yayasan Dibuat: 08 Desember 2016
Ditulis oleh Admin Web Dilihat: 1011

diskus panel

DD-News, Depok. Studi Literasi yang dilakukan kalangan guru – guru KB/TK,SD,SMP, SMA Islam Dian Didaktika kali ini mengangkat tema tentang “Profil Guru Masa Kini” Kegiatan yang bertajuk Diskusi Panel ini dilaksanakan tanggal 19 Nopember 2016 di Aula KB/TK Islam Dian Didaktika. Tampil sebagai nara sumber adalah Bapak Pandji Widya, S.s, guru TK, dan Bapak Bayu Priyanto, S.Pd, guru SMA Islam Dian Didaktika.

Diawal paparannya, Pak Pandji, mengajak peserta diskusi untuk melihat profil guru dimulai dengan latar belakang, pengalaman yang dimilikinya sebelum menjadi guru. Lebih lanjut Pak pandji menjelaskan menjadi guru saat ini setidaknya harus memiliki kemauan kuat untuk menjadi seorang pembelajar sejati dan saling berbagi. Menjadi Pembelajar sejati artinya setiap detik dalam kehidupannya, seorang guru tidak boleh berhenti untuk belajar dan mempelajari berbagai hal terutama tentang bidang keprofesiaannya. Menurutnya, berhenti dari aktifitas belajar berarti siap berhenti untuk menjadi seorang guru.

Menurut Pak Pandji, yang sebelumnya juga pernah merasakan menjadi seorang relawan pendidikan, kegiatan berbagi, bagi seorang guru berarti memiliki keikhlasan hati dan berpikiran terbuka untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya kepada guru-guru lainnya baik yang berada di lingkungan sekolah maupun pada lingkungan yang lebih luas. Bahkan tidak hanya kepada sesama guru, tetapi kepada setiap orang yang berada di lingkungan tempat tinggalnya. Berbagi mendorong seorang guru akan terus terpacu untuk belajar. Dan dengan belajar seorang guru akan memiliki banyak hal yang dapat diberikan kepada orang lain.

Menjadi guru masa kini artinya menjadi guru ideal bagi siswa yang diajarnya seperti nasehat yang sering disampaikan Ki Hajar Dewantara. Guru harus siap menjadi seorang tauladan bagi siswanya, membimbing dan tidak pernah bosan untuk selalu memberi motivasi dan inspirasi kepada siswanya untuk memiliki kualitas yang bahkan mampu melebihi kualitas gurunya, tutur Pak Bayu, yang menjadi narasumber kedua.

Lebih lanjut Pak Bayu menegaskan, menjadi seorang guru masa kini harus pandai dalam mengevaluasi diri sendiri dengan sering memberikan pertanyaan pada dirinya sendiri, seperti apakah cara mengajarnya sudah dianggap membuat siswa senang dan bersemangat dalam belajar, apakah dirinya sudah termasuk kreatif dalam mengajar dan bahkan sering melakukan berbagai hal yang bersifat inovatif dalam proses mengajar yang dilakukannya.

Guru masa kini, tutur Pak Bayu, dituntut memiliki kecerdasan moral, emosional, dan sosial selain kecerdasan intelektual dan motorik. Sehingga apa yang dilakukan seorang akan selalu menjadi panutan bagi siswa-siswanya. Sejalan dengan pendapat Pak Pandji, sosok guru masa kini tidak boleh berhenti untuk terus belajar , terutama dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini yang semakin cepat, seru Pak Bayu mengakhiri penjelasannya dalam diskusi panel tersebut. (ski)