BELAJAR TEKNOLOGI GENETIKA DI BALAI RISET DAN PEMULIAAN IKAN AIR TAWAR, SUKAMANDI

Kategori: Berita Kegiatan SMP Dibuat: 19 Desember 2017
Ditulis oleh Admin Web Dilihat: 481

Depok (22/10)—Pagi itu lapangan parkir Sekolah Dian Didaktika sudah tampak ramai bahkan sebelum matahari menampakkan dirinya. Kesibukan yang terlihat adalah para siswa kelas 8 bersama orang tua mereka tampak berkerumun di dekat dua Bus Dian Trans yang sudah terparkir sejak dini hari di samping Mushala Iqra. Rupanya keramaian itu terjadi karena hari itu para siswa kelas 8 bersama 10 orang guru akan mengunjungi beberapa objek wisata di sepanjang Indramayu-Cirebon-Kuningan sebagai destinasi wisata edukasi Angkatan 25.

Tepat pukul 05.30 rombongan mulai meninggalkan tempat parkir. Menyisakan dua anak yang datang terlambat dan akhirnya menyusul di depan Cinere Mal untuk dijemput. Perjalanan berlangsung dengan lancar, para siswa dengan semangat memulai perjalanan dengan berdoa dipimpin oleh bapak/ibu guru yang menjadi koordinator bus. Selama kurang lebih 4 jam, rombongan sampai di objek yang pertama, yaitu Balai Riset dan Pemuliaan Ikan Air Tawar yang terletak di Sukamandi, Jawa Barat.

Di BRPI Air Tawar ini, para siswa dijelaskan tentang bentuk penganekaragaman pangan melalui rekayasa genetika pada ikan air tawar. Untuk memudahkan pemahaman mereka, para siswa dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kelompok lele mutiara, udang galah, patin pasupati, gurame, dan mas mustika.Penamaan ini berdasarkan jenis-jenis ikan yang sudah dikembangkan spesiesnya sehingga menjadi bibit yang lebih unggul dari segi perkembangbiakan maupun kandungan nutrisinya. Setelah mendapat pengarahan di aula, para siswa mendapat kesempatan untuk mengunjungi tempat pembibitan yang ada di area tersebut. Ditemani seorang pemandu yang merupakan peneliti muda di BRPI para siswa mendapat penjelasan yang lebih mendalam tentang proses pembibitan dan pelestarian ikan.

Setelah hampir 2,5 jam di BRPI, kami melanjutkan perjalanan menuju Cirebon. Para siswa bukan hanya belajar tentang ilmu biologi, mereka juga akan belajar sejarah di Museum Perundingan Linggarjati, belajar seni di Wisata Batik Trusmi, dan wisata alam di Pantai Tirtamaya. Perjalanan selama dua hari itu terasa singkat dan menyenangkan. Hari kedua, kami kembali ke Cinere setelah mengunjungi Desa Wisata Batik Trusmi dan sampai sesuai jadwal. Pukul 21.00 para siswa kembali berkumpul dengan orang tuanya. (/esha)

 

Twitter icon

Follow @ddidaktika on Twitter

Loading..

Galeri Foto